Kesetiaan…
April 8, 2008 by archangela-meandmythoughts
Kesetiaan… hmm… suatu kata yang sangat familiar dan identik dengan cinta dan hubungan romantis. Banyak orang mengasosiasikan cinta yang dirasakannya dengan kemampuan untuk bersikap setia pada pasangannya tersebut. Pertanyaannya kemudian apa memang iya kalo cinta pasti setia?
Aku selalu menganggap aku sebagai orang yang setia. Pengalaman percintaanku sebelumnya memang menempatkan aku sebagai korban dalam perselingkuhan atau jadi orang yang tidak di-setia-i oleh pasanganku. Jadi aku selalu beranggapan aku orang yang setia. Tapi memang kesetiaanku ini tak pernah dapat ujian apa pun. Dan setelah menonton sebuah film Indonesia di suatu minggu siang (booo… keliatan dong se-stres apa gue kalo setuju nonton film Indo trus siang2 bolong pula hari MInggu.. huhuhu…), aku pun rasanya terpaksa meralat keyakinanku tentang kesetiaan yang selama ini aku pikir aku punyai. Beberapa kondisi mengindikasikan aku ga "se-setia" itu lho…
First of all, ‘flirting"…. hmmm… now that I think of it, I do flirt a lot with numbers of people. But, that’s who I am… aku memang orang yang ramah, supel, dan selalu pengen menjalin relasi yang dekat dengan orang-orang yang kukenal. Tapi emang sih, dengan beberapa pria aku merasa memiliki hubungan yang istimewa. Maksudku, kami punya bahasa tubuh dan cara komunikasi yang unik dan emang menunjukkan kedekatanku dengan masing-masing orang tersebut. Dan di tengah status-ku yang ga jelas ini, itu bukan ga setia dong namanya?!? Ataukah.. iya?!?
Secondly, "tell and lie"… ini juga nih… uuh.. bikin galau! aku memang suka memilah-milah informasi mana yang harus kusampaikan pada orang A, B, dan lain2. Ga semua masalah kuceritakan pada orang yang sama. Dan akibatnya aku dekat dengan cukup banyak orang dengan cerita atau kisah hidup yang berbeda2 perspektifnya. And, yes.. I do tell a lie to them once in a while… well, because I don’t want them to get hurt if they know the truth.
Uups!!!! wait a minute… Bukannya ini perkataan ‘mantan’-ku ketika akhirnya kami bertengkar hebat dan aku mengkonfrontasikan ‘kebohongan’ yang selama ini dilakukannya padaku. Saat itu ia pun berujar, "aku ga pernah bohong. aku cuma ga cerita hal-hal yang menurut aku bisa nyakitin kamu, Re, kalo aku cerita ke kamu. yang penting kan aku sayang sama kamu…"
hmmm… aku mulai ragu… apa iya kalo sayang dan mau melindungi orang yang kita sayang "white lies" itu sah-sah aja? Trus ketika kita dah bohong dengan orang yang kita sayangi dan menyayangi kita, apakah ini masih dalam kategori setia?
Gimana dengan orang-orang yang tetep dalam hubungan pacaran, tunangan, ataupun pernikahan trus jatuh cinta atau sayang dengan orang lain yang bukan dengan pasangannya? Apa kalo mereka ga menunjukkan perilaku apa pun untuk mengekspresikan sayangnya itu atau kalau mereka ga cerita ke pasangannya sedekat apa mereka dengan orang lain yang disayang itu, maka apakah mereka masih bisa dikategorikan setia?
‘Bapak’ selalu ketawa dan mencemooh aku kalo aku ngomongin soal ini. Apalagi kalo aku dengan bersemangat mengecam seseorang yang perilakunya kuanggap ga setia pada pasangannya. "Re.. emang kamu bisa jamin suatu saat cinta kamu ga luntur dan kamu ga akan pernah jatuh cinta lagi ama orang lain yang bukan pasanganmu?", katanya sambil tertawa. Waktu itu aku berusaha keras mendebatnya dan tentunya berakhir dengan kegamangan di pihakku.
Iya sih.. poligami adalah konsep yang ada sejak zaman pra-sejarah… mulai dari manusia pertama "homo sapiens" ada. Ini sesuatu yang kodrati untuk bergaul dan bercinta dengan lebih dari satu orang. Setelah peradaban modern muncul, barulah orang mengenal konsep monogami. Jadi bener juga sih kalo ada perlawanan kodrati yang hebat dalam mencoba untuk setia.
Tapi tetap saja aku berpendapat, memilih untuk monogami merupakan suatu bukti bahwa kita, manusia, adalah makhluk yang lebih unggul dan mulia dibandingkan nenek moyang kita para "apes".. Kita diberi kebebasan untuk memilih dan pilihan yang kita ambil itulah yang menentukan integritas kita sebagai manusia. Ketika kita memilih, mencoba mempertahankannya, dan gagal… well.. itu urusan lain lagi. Sama seperti orang yang digoda setan, imannya akan lebih kuat jika ia berhasil melewati godaan dibandingkan dengan orang yang memang tidak pernah digoda setan. Begitu pula dengan cinta. Saat kesetiaan teruji, mungkin cinta akan semakin besar dan berdiri kokoh layaknya pohon yang tumbuh subur.
Dan aku masih akan mencoba untuk setia.. meski kini aku juga sadar bahwa kesetiaan bukan suatu kemuslahatan dalam cinta. Ketika seseorang tidak setia, maka tidak selalu berarti tidak ada cinta di sana. Dan definisi tentang kesetiaan masih harus kucari dan kuuji dulu kelayakannya.
Oh well.. ternyata ada gunanya juga nonton film Indo itu..
Regina !
Sebelum mencari tahu lo itu setia atau ngga, gw setuju bgt lo hrs cari tau dulu definisi setia itu. Kalo masalah lo ribut ama mantan lo krn dia bohong, itu tergantung mslh apa dia bohongnya. Kalau dia ada affair lain ya itu jelas ga setia. Tp, utk selain itu ya berarti elonya yg membuat dia menjadi ga bs jujur.
Gw jg setuju bhw kita manusia mempunyai kodrat yg lbh tinggi drpd makhluk lain. Kalo ngga salah burung merpati itu slh satu contoh hewan yg setia. Setia dalam artian, dia cuma punya satu pasangan seumur hidup. Masa kita kalah ama hewan??? Menjalin hubungan itu hrs ada komitmen, tentunya kesetiaan itu unsur penting dr komitmen itu.
Kl poligami itu dibenarkan dan dianggap tdk mengurangi nilai2 kesetiaan. Maka, sang wanita pun blh mempunyai suami lbh dari satu. Dengan demikian, nilai kesetaraan pria-wanita jg ttp terjaga. Uda siap blm para lelaki utk berbagi istrinya? Gw sih OGAH..
Sekian…selamat mencari ilmu kehidupan. Salam dari Stockholm