A review of “Sex & the City”
June 27, 2008 by archangela-meandmythoughts
Akhirnya kesampaian juga cita2 dari beberapa bulan lalu untuk nonton "Sex & the City" bersama teman2 perempuanku, KLD 12. Rencananya sih 4 orang, eh membengkak menjadi 8 orang. Jadinya lebih rame dan lebih menyenangkan. Apalagi hari ini adalah hari kasuistik terakhir. Artinya ga ada lagi deadline penyelesaian laporan dan "kompre" kasus yang mendebarkan. Fiuh! Lega sekaligus cemas… gimana nasib sisa laporan lainnya kalo ga ada deadline?
Ok! That’s enough!! kita kan mau ngomongin yang menyenangkan… kok jadi laporan lagi, laporan lagi. Huh! Preokupasi yang sungguh mengesalkan!
Anyway… setelah menikmati "Avenue" yang diskon 50% dengan kartu kredit MANDIRI (hmmmm… sooo yummy… and become inexpensive), kami pun menonton film yang disebut2 sebagai "the ultimate female-bestfriend movie".
Dan gue langsung tahu alasan dari munculnya komentar tersebut. Terlepas dari alurnya yang mungkin agak lamban, kualitas bioskop yang mengecewakan (sumpah jadi pengen nonton lagi di BLITZ atau mungkin nanti yang unrated version dvd-nya), tema utama yang diangkat memang mengenai perempuan dan persahabatan. Gue terharu banget sama solidaritas masing2 karakter (Samantha, Miranda & Charlotte) sama Carrie. Mereka memang orang2 yang beda karakter, beda gaya hidup, tapi begitu satu aja teman mereka bermasalah, semua langsung membantu. And I do admire the fact that they say "we do not kiss and tell". Suatu hal yang sulit bagi cewe untuk tidak bergosip. Tapi mereka semua bisa mempertahankan integritasnya dengan menjadi teman sejati yang ga ngomongin kejelekan temennya di belakang.
Dan kenyataan bahwa mereka (ceritanya) berteman dari awal mereka masih berusia 20tahunan sampai 40 tahunan… WOW KEREN!!! Gue sendiri punya temen2 deket perempuan yang menurut gue EXTRAORDINARY. Mereka semua sangat suportif sama gue selama ini. Dan seperti yang dialami Samantha, they are my mirror that I could not escape. Gue bisa aja denial dan rasionalisasi mati2an, dan ga ketauan sama orang lain, but to them I’m almost naked. I’m like an open book.
And to realize that I’m that expose and yet still being comfortable with who I am, hmmm… that makes me appreciate them even more. Girls, if any of you read this, thank you and I do hope we’ll last forever. Not just to our 40’s, but perhaps to our 60’s and so on… love u:)
OK! Itu hal bagus pertama dari film ini. Berikutnya, tentu saja, WARDROBE!!!!!
OH MY GOD gue hampir histeria massa pas nonton tadi. Bajunya, sepatunya, sepatunya, tasnya, kamarnya… huaaaaaa…. just makes me wanna cry, desperately longing for every single thing… Yang paling gue suka adalah sepatu biru Manolo Blahnik (I hope I spell that correct), USS 525 dollar (uups!), yang ditinggal Carrie di apartemen barunya. Ampun deh.. KEREN BGT!!! Trus baju2nya antara lain baju biru yang dipake Carrie di acara "7 bulanan"-nya Charlotte. Pas di situ baju hamilnya Charlotte juga lucu buanget. Trus terusan kuningnya Samantha (gila yaa.. gue lagi ngidam2 punya baju kuning, dan di film ini ada 2 baju kuning yang oks banget!), baju pink backless Carrie, dan hampir semua baju2nya Charlotte.
God, Katherine Davis is so damn gorgeous!! Belum lagi gaun pengantin yang dipake Carrie untuk VOGUE. huhuhu… bikin pengen kawin. he.. nikah maksudnya…
Dan gue setuju ama pilihan mereka semua untuk memilih gaun terakhir buat Carrie. It’s so beautiful. Pokoknya buat fashionista, wajib nonton deh!!!
And last but not least, LOVE!!! gue hampir nangis denger puisi2 cinta yang dipilih. Dan sekali lagi gue setuju ama "the ultimate love letter" yang dipilih. Ga nyangka aja Ludwig van Beethoven ternyata sangatlah romantis. Dan jadi kepikiran untuk nyari.. oh well.. sebenernya lebih berharap untuk ada seseorang yang nantinya akan membacakan puisi itu buat gue. OH MY GOD!!! Gue adalah perempuan yang paling beruntung kalo orang yang gue cintai juga mencintai gue sampai sedalam yang dibilang dalam puisi itu. Apakah ada cinta sedalam itu, semogaaa… Dan tentunya semoga juga ada buat gue:)
Well, terlepas dari kontroversi ‘pemujaan’ seksualitas yang bagi sebagian orang mungkin terasa berlebihan, menurut gue, film ini layak tonton. But please, DO NOT BRING ANY CHILDREN!!!! or even TEENAGER!!!! Ini bukan waktunya bagi mereka untuk mengkonsumsi film seperti ini. Dan dengan melihat bahwa tadi banyak sekali anak ABG (SMP2 gitu) yang nonton, bahkan orang tua dengan anak2 kecilnya, gue sangat prihatin. Mekanisme pembelian tiket di kita kan ga ada kontrolnya, jadi tolong buatlah pilihan yang bijak dengan mengajak anak2 atau remaja menonton film yang memang "age appropriate". Jangan rusak anak2.. jangan biarkan mereka dewasa terlalu cepat sebelum waktunya… BEWARE!!!
Selamat menonton.. semoga kalian juga mendapatkan "manfaat" dan tentunya hiburan dengan menonton film ini:)
ntu mah dah biasa di bioskop sini, kalo temen gw yg tinggal di ceko kalo mau nonton dipriksain KTPnya, jadi gak sembarangan anak abg nonton filem dewasa, hebat ye….., kagak nyambung aje gitu nonton sek and the city banyakan abgnye bagi gw gak level aja gitu. waktu itu gw pernah ama laki gw nonton film indo yang agak2 vulgar jangankan abg anak balita aja ada yang nonton gila gak tuh!!!!!!!!. Perlu pembenahan di sistim bioskop nih, ato ortu perlu lebih ketat lagi ngawasinnya tapi kalo gw bilang sih semakin anak dilarang semakin penasaran aja dia pengen ngelanggar aturan ortu.so….?