Harusnya jam segini gue dah tidur.. atau di depan komputer sambil ngerjain laporan… tapi gue malah masih bangun, ga bisa tidur, di depan komputer… bengong… ga ngerjain laporan juga. Padahal dah numpuk booo… Huh!!! nampaknya kena sindrom prokrastinasi besar-besaran lagi gue nih… huaaaa…
oh well, karena gue dah bangun juga dan ga.. ok.. belum berniat ngerjain laporan, maka mari kita uraikan satu-persatu pikiran yang berkecamuk di benak gue ini.
First of all, eyang gue… it’s kinda sad and makes me worry to sick.. hari ini eyang gue yang dah beberapa hari di RS ternyata keadaannya memburuk lagi dan harus masuk ICU lagi. hix.. padahal hari senin lalu ia dah nampak segar. sungguh tak diduga… moga-moga segera membaik keadaannya yaa… Bukan hanya untuk eyang tapi juga untuk gue dan seluruh keluarga. Biar gimana berat juga lho nanggung beratnya beban pikiran, perasaan, and of course… BIAYA!!!!
And it makes me think of "National Health Care"… ini topik kampanye yang lagi hangat2nya diperbincangkan di Amerika. Baik Obama ataupun Clinton, dua2nya punya multi-billion dollar plan buat kesehatan yang mereka anggap masih buruk pelayanannya di Amerika. Ouch!!! kalo di sana, yang hampir semua orang punya asuransi kesehatan, kalo sakit ga harus susah2 nyari surat rujukan dulu, ga harus pilih2 mau RS mana dan obat generik mana yang diminum biar biayanya diganti, oh well… kalo gitu dibilang buruk, mungkin dua kandidat presiden itu akan pingsan saking pusingnya, atau malah mengundurkan diri, kalo disuruh membenahi sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. Ga tau musti mulai darimana boo..
Well, kan udah hampir 3 minggu ini gue praktek institusi di sebuah RS umum milik pemerintah, yang katanya jadi RS rujukan itu lho… dan kondisinya, menurut gue, mengenaskan. Bangunan tua, agak reyot di beberapa bagian, penerangan yang kurang, bangsal yang terkesan kumuh, pelayanan yang kurang baik dan sangat tidak menguntungkan untuk orang2 yang ga punya uang, and the list goes on…
Yang bikin gue shock adalah bahwa orang2 yang sudah berobat dengan kartu asuransi yang menyatakan mereka miskin, masih harus membayar buat JARUM SUNTIK!!!!
hah?!? sumpah gue kaget banget! Kalo gitu bagian dari pelayanan dan subsidi RS atau pemerintah apaan dong?!? Alasannya klise, kan jarum suntik cuma bisa sekali pake, bisa rugi RS kalo menyediakan jarum suntik gratis. Heh?!? kalo mereka yang miskin itu makan aja susah, obat aja ga mampu beli, masa disuruh beli jarum suntik??!?
trus dengan teganya obat itu ga akan diberikan kalo si pasien itu ga beli jarum suntik booo… Gilingan ga seh?!!??
Tapi mana ada yang mikirin segitunya di sini?!? makanya gue semangat banget ngeliat debatnya Obama- Clinton. Buseeeettt deh… kelas tinggi boo!!! mereka ga hanya jual janji. Dalam debat itu, semuanya konkret. ada program yang udah disiapin beserta besaran dana dan dari mana mereka akan dapetin dana untuk program itu. Bisa pula diproyeksikan secara statistik dengan akurat dalam beberapa tahun ke depan. It’s incredible!!! And the way they create programs for the benefits of American citizens (not just people)… yes, it includes all the immigrants (legal and illegal) and overseas students, and workers.. Well, just all of them who live in USA. They even think about other countries and how they could contribute to a better life for the world…
coba kalo politisi sini yang kampanye atau ada debat publik.. huh! cuma kayak nonton dagelan aja. Ga mutu sama sekali!!!! Yang ada malah saling nyerang di media, menjatuhkan satu sama yang lain. Ga bersaing secara sehat, ga berusaha meras otak gimana caranya menang pemilu dengan program yang lebih banyak memenuhi kebutuhan masyarakat… Tapi malah mikirin gimana caranya menang dengan segala cara, haram sekalipun.. sogok kiri, sogok kanan boo..
Demokrasi dan kesadaran hidup berbangsa dan bernegara tuh memang mahal harganya… dan butuh proses yang luar biasa puanjaaaang… Coba deh nonton film2 Amerika. Akan tergambar jelas bagaimana bahkan sampai sekarang mereka yang sudah lebih dari 200 tahun merdeka aja masih kesulitan dengan yang namanya demokrasi itu. Ingat aja setelah 70 tahun merdeka, Amerika masih berusaha keras memerangi rasisme dan perang saudara. boo… kita aja belum nyampe 70 tahun merdeka. Pantesan aja ini negara masih ga karuan ya?!?!
2 tokoh mantan presiden kita sudah wafat. Mereka yang dengan segala kekurangannya itu ternyata justru menumbuhkan semangat kesatuan dan kebangsaan yang luar biasa. Di tengah alam demokrasi yang katanya semakin terbuka dan bebas, kita malah semakin individualistis dan apatis. Banyak orang bilang ini kan pengaruh budaya barat, pengaruh modernisme, dan juga hasil antek-antek Amerika yang merusak sistem kekerabatan, de-el-el. Tapi coba telaah baik2.. di tengah keindividualistisannya, malah negara2 seperti Amerika-lah yang warganya saling peduli satu sama lain. Merekalah yang akan buru2 telp polisi begitu beberapa hari tetangga sebelah rumahnya ga nongol2, panggil pemadam kebakaran untuk nurunin kucing tetangga yang nyangkut di pohon, bantuin orang yang kesusahan di jalan raya… Banyak banget deh… Biarpun mereka sekuler tapi penghargaannya terhadap kehidupan begitu besar… sangat humanis dan saling peduli satu sama lain.
Sedangkan kita yang ngaku negara beragama, religius, ramah, bla..bla…bla…
Mana ada kepeduliannya kayak gitu?!? Semua cuma terbiasa dengan ritual, ketaatan, kepatuhan pada hal2 yang semu… yang sekedar untuk ditonton dan dihargai orang, tetapi tidak membawa manfaat.
Sampai kapan?!?! Ga taulah… Banjir di Jakarta aja ga kelar2 diurus, padahal itu kan masalah konkret yang dengan ilmu pasti, seperti Geografi dan Fisika, bisa dicari penyebab dan penyelesaiannya. Gimana kalo masalah yang abstrak kayak menata kehidupan berbangsa dan bernegara?!? huaaa… Gawat!!! Logika sederhana bahwa kita kurang daerah penyerapan air dan sistem drainase yang buruk aja ga ngerti2, kok mau mikirin demokrasi ya?!? kemarin gue hampir kejengkang dari kursi waktu baca Departemen Kehutanan setuju membebaskan hutan lindung untuk perluasan jalan tol menuju bandara. Hello?!? are they insane?!? Apa logika sederhana yang tadi gue sampaikan susah banget ya buat dicerna?!? apa ga makin banjir ampe kelelep tuh kalo hutannya dibabat lagi?!? Sinting marinting!!!!!!
Gini kok berani2nya jadi penyelenggara konferensi Global Warming. gimana mau mencegah dan membantu mengatasi kalo polusi udara, banjir, lingkungan hidup, sampah, kebersihan aja susah ngaturnya. Restoran2 masih pada pake sterofoam, gelas plastik "take away", plastik belanja di supermarket, dll. Usaha menghemat batu bara dan minyak bumi eh malah ngabis2in gas bumi. Dan dengan BODO-nya menarik minyak tanah dari pasar tanpa menguji pasar. Apa ga tau berapa sih penghasilan para tukang batu, tukang ojek, tukang sayur yang ada di Jakarta aja misalnya. Kalo sehari2 duitnya ga jelas, cuma punya beberapa ribu, masa sih disuruh beli 1 tabung gas yang pasti harganya lebih dari 10 ribu?!? sedangkan minyak tanah bisa beli 1/2 liter aja atau malah ditimbang sesuai duitnya. hayooo… do they ever think that?!?
Atau penyelesaian macet dengan perbaikan infrastruktur (bangun busway) yang ternyata malah memperparah kemacetan. Kenapa ga serentak aja dibangun, dibuat peraturan yang jelas, pengurangan kendaraan bermotor secara tegas, pengaturan trayek angkutan umum lainnya, perbaikan sarana umum, seperti halte, stasiun, bus, angkot, dan kereta api secara menyeluruh, menyiapkan jalan atau rute, trus baru deh dijalanin busway-nya… Baru namanya mengatasi masalah secara menyeluruh.
Dah gitu dengan gobloknya… iya goblok gue bilang… sok2 bijaksana dengan memperbolehkan orang2 masuk jalur busway dan kadang2 meniadakan 3 in 1… heh?!? gimana sistemnya mau jalan kalo diacak2 sendiri terus2an. Kapan orang Jakarta sadar enakan naik busway daripada naik kendaraan pribadi kalo mereka toh menikmati akses jalan yang sama dengan para penumpang busway. Coba tegas, lama2 juga pada males bawa mobil, atau karena ngiri setiap hari liat busway melaju dengan kencang di jalur khusus, selama kita bermacet2 ria di jalan biasa.
Tentunya jumlah busway harus ditambah dulu dan dengan jadwal yang FIX!!! misalnya tiap 5 atau 10 menit sekali. kayak jadwal trem atau subway di negara2 maju. bahkan sampai detiknya juga persis lho kalo di sana. makanya ga heran ama jadwal yang 10.01 karena emang EXACTLY jam sepuluh lewat satu menit itu kereta dateng. Itung aja kalo ga percaya… hehehe..
Ini bisa jadi latian disiplin yang luar biasa lho buat masyarakat. Kan lama2 jadi tau kalo ga tepat nyampe haltenya ya bisa ditinggal dan akibatnya telat masuk kantor, dikasih SP, trus dipecat… hayooo ga ada yang mau kan!?!? makanya akan pada bisa lebih on time jadinya.
trus soal busway, juga harus dipikirin lahan parkir buat orang2 yang rumahnya jauh dari halte busway. misalnya di Selatan di mana markir mobilnya, trus di utara, Pusat, dll. Kayak orang2 amerika yang komuter biasa parkir di Grand Central atau stasiun2 sebelum mereka akhirnya naik kereta untuk ke tengah kotanya. Jadi kan ga macet2 amat tuh. wong mobilnya berkurang.
Yaaa.. pokoknya banyak deh. Tiba2 aja serentetan hal2 itu kepikiran ama gue. Dan jadi kepikiran juga gimana ya caranya biar keadaan jadi lebih baik?!? Hmm… masa gue nantinya akan hidup dalam kesulitan dan kemelut yang sama sih dengan nenek kakek buyut gue yang hidup susah ngentri minyak dan beras di zaman penjajahan… NO WAY!!! trus gimana!!??!! apa musti pindah negaraa?!? gila aja kali ya??!!Ya tapi emang bakalan gila semua orang kalo keadaaanya gini terus atau lebih parah lagi.
trus gimana?! ini jadi PR kita sama2 kali ya?!? hehe.. Selamat ikutan berpikir:)